Sabtu, 07 Juni 2014
Down? No more
Proses kedewasaan gak pernah manis dan mudah dilalui. Bahkan kadang nyakitin, kadang bikin air mata tumpah, kadang buat kita terjatuh.
"aku terjatuh tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam lautan luka dalam, aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang, aku tanpamu butiran debu,. "
Pernah denger lagu itu?
Sebenernya itu lagu buat orang yg over broken heart, dengan lirik yang kayaknya kalo nyanyi itu tuh rasanya miris banget. hihi. mencerminkan seseorang yang sangat 'desperate' sama hidupnya, seakan-akan gak ada keindahan lagi dihidupnya-__-
Semua orang pasti pernah ngerasain DowN. Tapi ada beberapa yang lupa kapan ia harus bangun. Mereka jatuh sampe kebablasan dan berlarut-larut sampe akhirnya stuck aja disitu. :D apa yang diharapkan sih?
Tangan yang membantu kita untuk berdiri? atau berharap belas kasihan ?
Kalau sampe mati-pun gak ada yang bantu kita bangun, apa kita akan tetap diam disana?
Ketika orang-orang yang mampu bangun dari 'jatuh-nya' telah berhasil menjadi 'seseorang', kamu masih stuck dengan keadaan yang sama? terbelakang dan tertinggal?
Kita lupa, kalau Tuhan itu nyiptain kita di dunia ini bukan cuma buat dapat 'kesenangan' aja. Tapi ada fase dimana kita akan dapat 'kesusahan'. Kalau manusia hanya diciptakan untuk mendapatkan kesenangan semata, maka dunia ini akan dipenuhi manusia-manusia egois, angkuh, dan gak pernah tahu rasa bersyukur.
Jadi apakah harus berlarut-larut dalam kesedihan dan down yang gak ada ujungnya? jawabannya udah pasti ENGGAK.
Ada waktu dimana kita boleh sedih, tapi kita harus ingat kapan kita harus sadar dan moving out !
Kalau kita gak pernah ngerasain susah. kita gak akan belajar dan kita gak akan tahu. Karena susah akan menjadi pengalaman.
Ingat kata-kata orang dulu 'PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK'
dari sanalah kita belajar, dari sana kita tahu bagaimana rasa bersyukur itu, bagaimana cara menghargai dan dari sanalah kita lebih mendewasakan diri, bukan dilihat dari umur, tapi dilihat dari mental.
Ibarat sebuah pedang, semakin dipanaskan dan ditempa berkali-kali, ia justru akan menjadi sebuah pedang yang sangat tajam.
Semakin metal kita diuji, semakin kuat dan matang diri kita untuk menghadap dunia yang sesungguhnya.
Dunia itu kejam. Hanya orang-orang yang mampu bangun dari jatuhnya yang bisa menjadi 'seseorang' yang berguna, baik baginya ataupun orang lain.
so.. you still feelin down? just said, no more! let's movin, and get your better life.
Jangan menunggu seseorang yang datang untuk merangkulmu. Berdiri dan bangun. Gunakan kedua kakimu sendiri. Kalau-pun sesaat kamu akan jatuh lagi, tetap mencoba untuk berdiri tegak.
Karena bahkan orang-orang hebat disana yang memiliki keterbatasan mampu merubah dunianya, mampu membuktikan dirinya, meskipun jatuh berkali-kali. Tapi mereka mau mencoba dan tetap meneggakkan kepalanya serta mata yang tetap fokus ke depan.
so.. kuncinya. mau mencoba dan tetap semangat .Kalau bukan dimulai dari diri sendiri, lalu sampai kapan kalian akan diam? just say no to down!
Ini bukan sebuah curahan panjang omong kosong saya sebagai penulis. Terus terang, saya pun, sering sekali terjatuh dan merasakan kesedihan. Tapi, dengan menulis ini, saya-pun menyemangati diri saya sendiri. karena setiap kali saya merasa 'DowN', saya akan membiarkan perasaan saya beberapa saat ber-gloomy time, tapi akan men-setting waktu untuk kembali ingat, Bahwa saya harus bangun dan saya harus menghadapi dan menjalankan hidup dengan lebih kuat.
ini semua hanya proses belajar. Pembelajaran akan menciptakan kita menjadi manusia yang lebih bersahaja.
-FIN-
by :RU
Kamis, 14 November 2013
Manis-Pahit
Segala rasa yang belum pernah nyentuh lidah kita adanya gak akan mengreget dan dikatakan kalau kita menjalani hidup. Pahit, manis, semua rasa itu kita rasakan dalam hidup.
Pahit itu ibarat obat yang gak mau harus kita terima, entah itu obat beracun yang mungkin aja membunuh, atau justru obat yang justru menyembuhkan.
Manis itu ibarat coklat yang bikin seneng, atau buat gue manis itu kayak es krim yang dikasih cuma-cuma. bahagia dan free tentunya.
semua rasa itu emang pasti kita rasain. gak ada manusia yang selalu hidup dengan 'manis' tanpa problem didalamnya. ga ada manusia yang selamanya akan hidup dengan 'pahit' tanpa bahagia didalamnya-kecuali mereka adalah orang-orang yang tidak pernah atau tidak bisa bersyukur.
Hidup itu bukan dihabiskan untuk membuang waktu dengan berfikir 'pahitnya' doang, kebanyakan manusia, lebih menghidupkan "kepahitan" mereka daripada kebahagiaan yang justru bisa dihidupkan jika kita mau.
jika ada yang mengeluh : "hidup gue berat, hidup gue susah, tuhan gak adil, gue udah usaha tapi tuhan gak pernah lihat gw, blablabla.."
bagaimana kalian bisa seyakin itu bahwa hidup kalian lebih sulit dari orang lain?
bagaimana kalian begitu tahu bahwa tuhan tidak adil?
apa yang membuat kalian begitu istimewa sampai tuhan harus bersikap adil padamu tapi bukan pada orang lain?
sudahkah kalian berusaha sampai darah kalian habis? sudahkah anda berdoa dengan penuh ketulusan dan kesabaran?
dan sudahkah kalian bersyukur meskipun untuk nikmat yang begitu kecil?
jawaban pada kalian. sudahkah anda bersyukur?
jika kalian merasa istimewa dan begitu hebat, maka silakan berkata bahwa tuhan tidak adil.
Hidup itu bukan soal apa yang kita dapatkan pada akhirnya, tapi bagaimana kita mendapatkannya.
hidup itu gak selalu pahit, tapi ada manis. dan manis itu kita yang buat.
bicara memang mudah, tapi sulit menjalankan kenyataan. iya mengeluh memang mudah, tapi bersyukur lebih mudah ketika kita mau dan membuka mata.
gak selamanya hidup itu soal hasil, gak selamanya hidup itu soal apa 'materi' yang kita peroleh. kadang, sesuatu nikmat kecil akan sangat berarti ketika bersyukur.
18th birthday
Ya Allah, berikanlah mereka kebahagian dan kemudahan senantiasa kepada hidup mereka. dan ya Allah, ingatkanlah aku apabila aku mulai melupakan mereka, tegurlah aku ketika rasa perduli ini perlahan menguap. jangan biarkan aku menyakiti mereka, jangan biarkan kami saling menyakiti, buatlah kehangatan ini sampai batas hidup kami nanti
RU
Rabu, 13 November 2013
COLLEGE!
udah lama banget lupa sama blog yang satu ini, karena kesibukan menjelang setelah UN dan pastinya setelah berubah title dari 'Siswa' ke 'Mahasiswa' cool yeah -___-
sesuai judul sih, college. satu kata yang..hem sedikit nakutin pd awalnya. karena ya coba banyangin ajadeh, ini ada tempat dimana kita bener-bener dituntut untuk bertransformasi dan siapp di dunia *gigit jari*
pengalaman jadi mahasiwa.. eh mahasiswa tahun pertama di jurusan farmasi tuh ibarat belum bisa berenang tapi udah dicemplungin ke laut yang dalem.. bayangin tuh. :| semua mata kuliah yang bener-bener nguras otak, tenaga, dan hati. berasaaaa banget disini. , frustasi dengan kebutaan tentang istilah obat dan apalah itu, masuk ke dalam laboratorium dengan beraneka ragam isinya yang bener-bener buta buat gue, ngejar-ngejar tugas yang kayaknya gak ada matinya, dosen yang terkadang makan hati kalau ngajar..
intinya semua hal di tahun pertama ini bikin gue melongo, ngiler dan hampir kejang-kejang mendadak.
secapek-capeknya gue kelas 3 SMA , gak secapek ketika jadi MAHASISWA.
Tapi selama jadi MAHASISWA biarpun baru tahun pertama, gue udah bisa sedikit ngambil pelajaran. "nak hidup didunia itu berat."
dapet nilai bagus di SMA berasa gampaaaanngg bener, tapi ketika di KULIAH.. beuh elah.. susah bener. perlu ketekunan teramat sangat. dan dengan tingkat kemalesan gue agaknya gue mesti berubah dan inget kalau jurusan FARMASI itu butuuuhh banget ketelatenan,
sempat mikir sih, kuat enggak? bisa gak? tapi gue mikir lagi, terlalu banyak pertanyaan tanpa mencari jawaban percuma. jadi gue mutusin buat tawakal.
sesuatu yang dijalani dengan kenyakinan dan usaha gak akan sia.
yes.. i will be pharmacist. :D
Rabu, 03 Juli 2013
rasa kecewa
Selasa, 23 Oktober 2012
Langkah
Aku memang sering terjatuh.
Namun kaki ini masih bisa berdiri.
Meskipun perlahan
Meskipun sedikit gontai
Tapi aku yakin kaki ini kuat untuk tetap melangkah,
Melangkah menuju terang dan
Keluar dari gelap yang mulai mencekam.
Padanya aku bersimpuh
Meskipun bisikan bisikan itu mulai menggoyahkan
Namun keyakinan teguh membuatku tetap berada dalam jalur
Membuatku tetap bertahan
Sabtu, 20 Oktober 2012
Jadilah seorang wanita!
Wanita tidak lagi hanya menggunakan perasaannya untuk hidup. Dia hidup dengan logika dan perasaannya.
Aku? Aku hidup dengan logika dan menyampingkan perasaan. Kenapa? Terlalu berperasaan, terlalu sakit, dan gampang di permainkan.
Benarkan?
Jadilah bijak.
Jangan menjadi seorang perempuan yang begitu lemah, tapi jadilah wanita lembut. Jangan jadi perempuan cengeng yang hanya bisa mengeluh dan menangis. Jadilah wanita kuat yang tetap elegan meskipun hatinya sedang rapuh. Itu bukan munafik, tapi penyembuhan.
Tidakkah kalian perempuan muak harus menangisi segala hal secara berlebihan? Kalian tidak muak harus terlihat menyedihkan di depan seseorang yang telah menyakiti kalian?
Harusnya kalian besyukur, tuhan telah menunjukan, bahwa mereka memang bukan yang terbaik untuk kalian.
Dewasalah. Dan jangan memandang segala hal dengan perasaan. Jadilah wanita dewasa yang bisa berdiri diatas kakinya sendiri meskipun sakit di hati mencoba merapuhkan kalian