Selasa, 23 Oktober 2012

Langkah

Aku memang  sering terjatuh.
Namun kaki ini masih bisa berdiri.
Meskipun perlahan
Meskipun sedikit gontai
Tapi aku yakin kaki ini kuat untuk tetap melangkah,
Melangkah menuju terang dan
Keluar dari gelap yang mulai mencekam.

Padanya aku bersimpuh
Meskipun bisikan bisikan itu mulai menggoyahkan
Namun keyakinan teguh membuatku tetap berada dalam jalur
Membuatku tetap bertahan

Sabtu, 20 Oktober 2012

Jadilah seorang wanita!

Wanita tidak lagi hanya menggunakan perasaannya untuk hidup. Dia hidup dengan logika dan perasaannya.

Aku? Aku hidup dengan logika dan menyampingkan perasaan. Kenapa? Terlalu berperasaan, terlalu sakit, dan gampang di permainkan.
Benarkan?

Jadilah bijak.

Jangan menjadi seorang perempuan yang begitu lemah, tapi jadilah wanita lembut. Jangan jadi perempuan cengeng yang hanya bisa mengeluh dan menangis. Jadilah wanita kuat yang tetap elegan meskipun hatinya sedang rapuh. Itu bukan munafik, tapi penyembuhan.

Tidakkah kalian perempuan muak harus menangisi segala hal secara berlebihan? Kalian tidak muak harus terlihat menyedihkan di depan seseorang yang telah menyakiti kalian?

Harusnya kalian besyukur, tuhan telah menunjukan, bahwa mereka memang bukan yang terbaik untuk kalian.

Dewasalah. Dan jangan memandang segala hal dengan perasaan. Jadilah wanita dewasa yang bisa berdiri diatas kakinya sendiri meskipun sakit di hati mencoba merapuhkan kalian

Sabtu, 13 Oktober 2012

dia sahabatku.. entah apakah ia menganggapnya atau tidak. tapi, aku selalu menganggapnya begitu. 

Ia pergi karenaku. mungkin. meskipun begitu aku selalu berharap dia bisa kembali.. seperti dulu... aku merindukannya. sangat. 
tapi, keinginan begitu jauh dari kenyataan. tidak bisa melakukan apapun. selain duduk dan melihat. merasa dan tenggelam sendiri dalam kalut yang menyedihkan. 


I Love Raining

Jika hujan turun maka senyuman selalu tersembul diwajah. meskipun hujan menimbulkan banyak masalah.. tapi hujan selalu menenangkan. 

Menenangkan untukku. menghirup wangi tanah ketika pertama kali hujan membasahi.. atau menghirup dinginnya wangi hujan yang semerbak ..menimbulkan euforia tersendiri untukku. 

Hujan identik dengan sedih.. namun bagiku hujan merupakan bahagia.
Bermain hujan seperti anak kecil.. belari menerobos derasnya hujan yang jatuh.. menyenangkan. membuat rindu masa kecil. 

Hujan... sekian banyak hal yang begitu memikat bagiku. langit abu.. rintik gerimis.. dan gemuruh hujan deras.. meneduhkan.. menyejukkan.. 

I love rain 


Sabtu, 22 September 2012

Sabtu, 25 Agustus 2012

Dirimu dan Dirinya.

Dirimu dan Dirinya.





"maafkan aku. aku tidak bermaksud menduakanmu va!"

"Omong kosong! kau pikir aku akan percaya setelah apa yang kau lakukan padaku? aku bodoh karena termakan omongan busukmu itu!"

pria itu menatapnya dengan rasa bersalah. ia lalu menarik tangan Reva dan menggenggamnya dengan erat. menyatakan bahwa dia sangat menyesal.

namun dengan kasar Reva menepis tangan itu. Amarahnya memuncak dan emosinya tidak terkendali lagi .

"Va. aku mohon. aku menyesal." Pria itu berkata dengan suara bergetar dan matanya berkaca-kaca. Reva hampir melemah namun amarahnya lebih besar saat ini.

"Jangan bicara lagi! kau membuatku muak! cukup sampai disini. seharusnya dari awal aku percaya pada omongan Dinar ketimbang mempercayaimu."

"Va,., aku menyayangimu sungguh. tidak ada orang lain dihatiku selain kamu.."

"sudah cukup kubilang! kita selesai.. jangan pernah muncul dihadapanku lagi."

Reva melangkahkan kakinya dengan lebar dan amarah yang masih menyelimuti hatinya. ia berusaha menahan air matanya yang sejak tadi mendesak untuk keluar. ia tidak ingin terlihat lemah dihadapan pria brengsek itu.!

Kalau saja tadi ia tidak mengikuti kemana pria brengsek itu pergi, ia tidak akan pernah tahu kebohongan busuknya. Dengan kedua matanya sendiri ia melihat pria yang selama ini ia cintai bersama seseorang yang juga telah dianggapnya sebagai orang yang penting dengan mesranya melakukan sesuatu yang membuatnya ingin muntah. 

hatinya begitu hancur dan membuatnya sangat marah.


*****

Jumat, 24 Agustus 2012

Dunia masih Tetap Indah :)


Kalian tahu apa yang paling membuang waktu? menangisi dan merasa sakit karena seseorang yang bahkan tidak tahu dan tidak mau tahu bagaimana sakitnya kamu.

Aku belajar untuk tersenyum diatas pilu yang kurasakan. Aku diam. karena hanya itulah dapat kulakukan.

Kau tidak tahu, dan tidak akan pernah tahu bagaimana perasaanku yang sebenarnya. mungkin selamanya ini kusimpan sendiri. sampai segalanya terkubur dan hilang dari ingatan..

Tenang saja, aku sekarang mengerti kok bagaimana harus menyikapi diri dan tidak membuang waktu untuk merasa sakit.
kau pun tak perlu khawatir, aku bisa berdiri sendiri diatas kakiku tanpa uluran tanganmu.

Pada waktunya aku akan tersenyum padamu dan mengucapkan terima kasih.

ya.. karena sakit yang kau beri membuatku sadar bahwa kau memang bukanlah yang terbaik..
Dan karena sakit yang kau berikan.. aku semakin tahu mana nyata dan semu.

Dan kau.. hanyalah semu yang seolah menjadi nyata, kemudian menyakiti, dan kemudian menghilang lagi.

Kau hanyalah gelap yang akan kukubur dengan terang.. dan terang membuatku mampu melihat dengan jelas.. bahwa dunia masih tetap indah..