Sabtu, 22 September 2012
Sabtu, 25 Agustus 2012
Dirimu dan Dirinya.
Dirimu dan Dirinya.
"maafkan aku. aku tidak bermaksud menduakanmu va!"
"Omong kosong! kau pikir aku akan percaya setelah apa yang kau lakukan padaku? aku bodoh karena termakan omongan busukmu itu!"
pria itu menatapnya dengan rasa bersalah. ia lalu menarik tangan Reva dan menggenggamnya dengan erat. menyatakan bahwa dia sangat menyesal.
namun dengan kasar Reva menepis tangan itu. Amarahnya memuncak dan emosinya tidak terkendali lagi .
"Va. aku mohon. aku menyesal." Pria itu berkata dengan suara bergetar dan matanya berkaca-kaca. Reva hampir melemah namun amarahnya lebih besar saat ini.
"Jangan bicara lagi! kau membuatku muak! cukup sampai disini. seharusnya dari awal aku percaya pada omongan Dinar ketimbang mempercayaimu."
"Va,., aku menyayangimu sungguh. tidak ada orang lain dihatiku selain kamu.."
"sudah cukup kubilang! kita selesai.. jangan pernah muncul dihadapanku lagi."
Reva melangkahkan kakinya dengan lebar dan amarah yang masih menyelimuti hatinya. ia berusaha menahan air matanya yang sejak tadi mendesak untuk keluar. ia tidak ingin terlihat lemah dihadapan pria brengsek itu.!
Kalau saja tadi ia tidak mengikuti kemana pria brengsek itu pergi, ia tidak akan pernah tahu kebohongan busuknya. Dengan kedua matanya sendiri ia melihat pria yang selama ini ia cintai bersama seseorang yang juga telah dianggapnya sebagai orang yang penting dengan mesranya melakukan sesuatu yang membuatnya ingin muntah.
hatinya begitu hancur dan membuatnya sangat marah.
*****
Jumat, 24 Agustus 2012
Dunia masih Tetap Indah :)
Kalian tahu apa yang paling membuang waktu? menangisi dan merasa sakit karena seseorang yang bahkan tidak tahu dan tidak mau tahu bagaimana sakitnya kamu.
Aku belajar untuk tersenyum diatas pilu yang kurasakan. Aku diam. karena hanya itulah dapat kulakukan.
Kau tidak tahu, dan tidak akan pernah tahu bagaimana perasaanku yang sebenarnya. mungkin selamanya ini kusimpan sendiri. sampai segalanya terkubur dan hilang dari ingatan..
Tenang saja, aku sekarang mengerti kok bagaimana harus menyikapi diri dan tidak membuang waktu untuk merasa sakit.
kau pun tak perlu khawatir, aku bisa berdiri sendiri diatas kakiku tanpa uluran tanganmu.
Pada waktunya aku akan tersenyum padamu dan mengucapkan terima kasih.
ya.. karena sakit yang kau beri membuatku sadar bahwa kau memang bukanlah yang terbaik..
Dan karena sakit yang kau berikan.. aku semakin tahu mana nyata dan semu.
Dan kau.. hanyalah semu yang seolah menjadi nyata, kemudian menyakiti, dan kemudian menghilang lagi.
Kau hanyalah gelap yang akan kukubur dengan terang.. dan terang membuatku mampu melihat dengan jelas.. bahwa dunia masih tetap indah..
Menyampaikan Rasa melalui Bait kata
Tulisan selalu punya makna dibalik kata demi kata yang tersusun menjadi sebuah kalimat.
Ketika lisan tidak bisa berucap, tulisan bisa menyampaikannya.
Tulisan bisa mengungkapkan sejuta perasaan yang sulit dikatakan. Cinta, sedih, marah, atau senang.
Begitulah cara bagaimana aku menyampaikan segala perasaan, unek-unek, kekesalan, sedih, dan semuanya.
kalian juga bisa melakukannya.
ambilah pena dan secarik kertas.. mulailah bermain bersama pena tersebut. tapi.. mungkin sekarang zaman agak berbeda..
bukan lagi pena dan secarik kertas yang kita ambil.
tapi nyalakan laptop dan mulailah menulis. jari-jari yang menari-nari diatas keyboard..dan walla.. berbaris-baris kalimat yang memiliki arti kini sudah memenuhi lembaran kosong tadi..
ketika keadaan seseorang begitu gundah,, kadang tulisannya bisa sangat puitis. bahkan terkadang yang menulisnya tidak sadar 'sejak kapan ia bisa sepuitis itu?'
ya.. karena perasaan merekalah yang yang membawa mereka mampu menciptakan kata-kata indah tersebut. bahkan tulisan mereka kadang menjadi agak 'Berlebihan' haha
yahh intinya sih..sampaikanlah semua perasaanmu melalui tulisan jika kamu tidak bisa menyampaikannya secara lisan..
setidaknya tulisanmu bisa dibaca oleh 'seseorang' yang ingin kalian sampaikan makna dari tulisan tersebut. secara tidak langsung kalian telah mengungkapkannya. :)
Rabu, 22 Agustus 2012
Pengharapan dan Berharap
kau tahu apa yang paling membuatku jatuh?
ketika kau pergi, meninggalkanku, dengan harapan dan pertanyaan
"Bagaimana perasaanmu? apa kau mencintaiku? kau anggap aku apa selama ini? kekasih, teman atau hanya debu yang numpang lewat?"
kalimat diatas memang benar. kadang, kita harus selalu siap ketika kau jatuh kebawah.
namun mengapa ketika kau menjatuhkanku, bahkan mencoba siap pun itu sulit?
kau pergi, kau menghilang... semudah itu?
kau menanamkan sebuah pengharapan tepat di hati dan kepalaku.
kau terus dan terus menyiramnya dengan perhatian, kasih yang kau berikan.. serta kata-kata manismu yang membuat 'harapan' itu semakin kuat mengakar..
hingga kini ia tumbuh.. tumbuh.. dan tumbuh.. menjadi lebih besar dan menjadi kuat.
menjadi berduri dan mulai menyakiti....
ini adalah kisah dari seorang pengharap yang hanya bisa berharap.
PS : just iseng, ini bukan kegalauan sang penulis. hanya imajinasi yang bermain disini hahaha
PS : just iseng, ini bukan kegalauan sang penulis. hanya imajinasi yang bermain disini hahaha
~Seandainya~
seandainya kau adalah milikku...
seandainya kau mau melihatku...
seandainya kau tahu bahwa aku selalu memperhatikanmu..
seandainya kau tahu hati ini tergores begitu banyak karenamu..
seandainya kau tahu.. aku mencintaimu lebih dari dia yang selalu menyakitimu..
seandainya seandainya..
mengapa begitu banyak kata 'seandainya' dalam setiap doaku untukmu?
karena kau hanyalah bayangan yang tidak pernah sejalan denganku..
karena kau hanyalah mimpi indah yang begitu enggan untuk kuraih..
karena kau bagaikan butiran emas di lautan luas yang sulit untuk kutemukan..
kau tidak akan pernah menjadi nyata untukku..
duniamu dan duniaku tidak pernah berada dalam satu jalur..
layaknya api dan air yang tidak pernah bisa menyatu..
dan kau tidak akan pernah menjadi nyata .. karena dialah yang kau cinta.. bukan diriku.
seandainya kau mau melihatku...
seandainya kau tahu bahwa aku selalu memperhatikanmu..
seandainya kau tahu hati ini tergores begitu banyak karenamu..
seandainya kau tahu.. aku mencintaimu lebih dari dia yang selalu menyakitimu..
seandainya seandainya..
mengapa begitu banyak kata 'seandainya' dalam setiap doaku untukmu?
karena kau hanyalah bayangan yang tidak pernah sejalan denganku..
karena kau hanyalah mimpi indah yang begitu enggan untuk kuraih..
karena kau bagaikan butiran emas di lautan luas yang sulit untuk kutemukan..
kau tidak akan pernah menjadi nyata untukku..
duniamu dan duniaku tidak pernah berada dalam satu jalur..
layaknya api dan air yang tidak pernah bisa menyatu..
dan kau tidak akan pernah menjadi nyata .. karena dialah yang kau cinta.. bukan diriku.
layaknya gelap dan terang..
tidak ada gelap... ketika terang berada disana.
begitulah diriku.. dan aku adalah gelap.
tidak ada gelap... ketika terang berada disana.
begitulah diriku.. dan aku adalah gelap.
aku adalah gelap yang berusaha menelusup masuk menuju terangmu dengan dirinya..
maka bisakah kau hapuskan kata 'seandainya' dari setiap ucapku?
ya.. jika tidak. maka tolong biarkan aku tetap berandai.. sekalipun nyata tidak kunjung meraba.
maka bisakah kau hapuskan kata 'seandainya' dari setiap ucapku?
ya.. jika tidak. maka tolong biarkan aku tetap berandai.. sekalipun nyata tidak kunjung meraba.
Sekuel "Love Attack Of Ipeh" - ketika handphone kehilangan changer-nya
(yap sekuel. iseng aja mau bikin kelanjutan dari cerita ini. mungkin cerita yang kedua ini lebih panjang dr pada sebelumnya. ini namanya novelet. :) )
=====
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
